CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 18 Oktober 2012

Kau Sebut Apa Dia?

Dia bukan orang, bukan juga barang
Dia bukan sesuatu, bukan juga seseorang
Dia bukan benda hidup, tapi mati pun tidak
Dia tak terlihat, tapi selalu ada
Lalu kau sebut apa Dia?
Aku sebut Dia Segalanya

*mengingat segala yang telah Segalanya berikan.....terima kasih Segalanya...terima kasih Tuhan

Senin, 15 Oktober 2012

I Hate Myself

Duduk di tepi jendela, memandang di luar sana
Kulihat betapa setiap manusia berjuang menghadapi takdirnya
Tukang sol sepatu melintasi gang buntu
Mendatangi ibu-ibu yang meninjing sendal tua
Anak kecil digendongannya merengek meminta gula-gula
Di ujung jalan kulihat penjual sayuran
Mendorong gerobak usang penuh dagangan
Di seberang ada anak kos sedang belajar
Dan seorang pembantu menyapu lantai kamar
Kupalingkan pandangan ke pepohonan
Anak-anak burung ramai berebut makanan
Kucing tetangga terihat asik dengan ikan asin curian
Sedangkan apa yang aku lakukan?
Aku masih duduk di tepi jendela
Tanpa melakukan apa-apa...
I hate myself...

#Ada saatnya kita diperbolehkan membenci diri kita sendiri


Minggu, 14 Oktober 2012

Nasi Ayam Setengah-setengah

Kukuruyuuuukkkk....kukuuuuruyuuukkk...
Krucuuuk kruuucuuuk..krucuuuk kruuucuuk...
Pagi hariku disambut dengan suara ayam berkokok dan suara perut kelaparan.
Ew...lapar sekali pagi ini.
Berangkatlah aku ke warung Koboi bersama teman kosku, Teh Aya.
Satu-satnya yang membuat warung ini pantas dijuluki warung Koboi adalah adanya aksesoris western wagon wheel di berandanya.
Jangan berharap menu yang tersedia di sini adalah menu-menu ala cowboy.
Di sini tidak ada caviar cowboy, steak, atau pun chili con carne.
Yang ada di sini adalah pecel, ayam goreng, dan rawon.
Pagi ini aku memilih menu Nasi Ayam, begitu juga Teh Aya.
Satu menu yang belum pernah aku pesan sebelumnya, karena biasanya aku memesan pecel atau rawon.
Sambil menunggu pesanan datang, seperti biasa kami melakukan "brainstorming".
Topik pagi ini adalah kesenjangan sosial.
Ew, berat sekali pembicaraan kami ya..
Ya, kesenjangan sosial...
Di mana pada saat kami anak-anak kos harus berjuang mengumpulkan uang bulanan, ibu kos berjuang untuk membelanjakannya.
Di saat kami menyetorkan 600 ribu untuk sewa 1 kamar per bulan, ibu kos langsung menyetorkannya kepada penjual kacamata yang harganya 800 ribu per kacamata.
Dan ibu kos membeli 2 buah kacamata!
Aw betapa indahnya kesenjangan sosial ini...
...
Yak! Dan akhirnya pesanan makanan kami datang! Nasi Ayam!
Tunggu tunggu....ternyata tidak seperti apa yang aku bayangkan.
Biasanya nasi ayam terdiri dari nasi putih, ayam goreng, lalapan, dan sambal.
Yang ini kok beda..
Mulai dari nasi...nasinya bukan nasi putih, tapi nasi setengah kuning.
Dibilang putih enggak, kuning juga enggak...setengah-setengahlah pokoknya.
Lalu ayamnya pun juga setengah.
Benar-benar setengah!
Paha ayam digoreng kemudian dibelah jadi dua bagian.
Aku dapat paha bagian atas, sedangkan Teh Aya kebagian paha bawah.
Lalu anehnya lagi, kami masing-masing diberi semangkuk kuah.
Rasanya seperti kuah bakso yang ditaburi irisan daun bawang dang bawang goreng.
Ini makanan khas mana ya? Kok aku baru tau...
Benar-benar konsep yang setengah-setengah...
Pelengkapnya berupa irian timun kecil dan sambal seujung sendok teh.
Voila! Nasi Ayam Setengah-setengah ala warung Koboi!
 
Source: ita's personal doc.

*Maaf foto diambil setelah makanannya sudah aku makan setengah ^ ^v