CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 17 Mei 2012

Aku dan Kakakku

Aku dua bersaudara.
Aku punya kakak perempuan dan seorang abang sepupu yang tinggal serumah denganku sejak kecil.
Waktu kecil, aku dan kakak selalu dianggap berbeda.
Baik dari fisik, tingkah laku, minat, hingga prestasi.
Dari fisik, kakakku pendek, rambut lurus, mata belo.
Sedangkan aku, tinggi, rambut agak ikal, mata sipit.
Banyak yang bilang kami bukan kakak beradik.
Apalagi waktu kecil, kulitku putih sedangkan kakak hitam manis (tapi sekarang sama2 item :D ).
Sepupu-sepupuku yang sudah besar suka menggodaku waktu kecil.
Mereka bilang aku bukan anak ayah dan ibu.
Mereka bilang aku anak tukang rombeng yang biasa lewat depan rumah.
Kalo udah dibecandain kek gitu, aku pasti teriak-teriak histeris.
Seneng mereka bikin aku nangis.
Sampai pernah suatu saat aku ikuti tukang rombeng yang biasa lewat depan rumah.
Aku mengamati dia, sambil berkata dalam hati...
"Jadi ini orangtua asliku..."
Trus aku lari ke rumah mencari ibu.
Aku peluk ibu sambil menjerit, " Aku gak mau dibalikin ke orangtua aslikuu :(( aku mau di sinii...aku gak mau mungut barang2 bekaaas :(( "
:-<
Dari tingkah laku, aku dan kakak juga berbeda jauh.
Kakak feminin sejak kecil.
Dia bermain boneka, membaca majalah2 girly waktu remaja, dan suka nge-gosip sama temen-temen SMA nya.
Sedangkan aku...suka main kejar2an, suka manjat pohon waktu SD, naik atap rumah, nemenin ayah nonton bola, dan nonton konser gak bayar (lewat pintu belakang) bareng temen2 SMA.
:-<
Soal minat, juga berbeda.
Kakakku suka memasak, merajut, dan tidak suka membaca.
Sedangkan aku...suka membaca, menulis puisi, menggambar, dan aku tidak suka merajut.
Kakakku kalau menulis rapi...sedangkan aku acak2an kek cekeran ayam.
Kakakku pendiam...sedangkan aku lebih pendiam :)..................................ziiing
Ok ok...aku berisik :)
Kalau soal prestasi...
Hmmmm.....Tidak perlu dibahas...takut dikira sombong :) =))
Intinya kami jauuuh berbeda.
Dari kecil kami sering berantem.
Kakakku suka banget bikin aku nangis waktu kecil.
Tapi itu dulu...
Setelah dewasa banyak yang berubah.
Kami sering jalan keluar berdua.
Dan sekarang kakakku sudah punya anak, keponakanku.
Keponakanku yang lucu.
Dan mungkin seperti inilah rasanya punya adek.
Rasanya pengen menjahili.
Rasanya pengen bikin dia nangis karena gemes.
Sekarang aku tau kenapa kakakku dulu sering bikin aku nangis.
Ternyata karena aku cukup menggemaskan :|
=)) =))


0 komentar:

Posting Komentar