Aku suka membuat puisi.
Kalau sedang ada mood atau sedang ada inspirasi, aku biasa menulis puisi.
Seperti pada saat perjalanan di dalam kereta api dari Jogja menuju Bandung di pertengahan bulan Februari lalu.
Pada saat itu aku naik kereta Lodaya Malam.
Pada saat kereta melewati daerah Nagreg, matahari mulai terbit dan menunjukkan keanggunannya.
Seketika itu juga aku mendapatkan inspirasi untuk membuat sebuah puisi...
Di Atas Roda Besi
Takjubku melihat kecantikanmu di kala aku terbangun dalam pagiku
Di atas roda besi dari tanah Merapi menuju bumi Parahyangan
Lihat bagaimana Tuhan dengan sempurna membiarkanmu terjaga
Hingga saatnya menyombongkan keanggunan pesonamu tiba
Dengan balutan awan putih, kau menyeruak malu-malu
Dan dengan mahkota kemerahan yang membuatmu semakin lucu
Berdiri di atas permadani hijau kekuningan..
Ditemani petani yang selalu datang pagi-pagi..
Di saat mereka mampu dekat dan menemanimu di pagi buta
Aku hanya mampu mengagumimu di atas besi berjalan ini
Besi yang dingin, dengan secangkir kopi dingin
Dan lihat sekarang mahkotamu berubah kekuningan
Sehingga makin nampak tegas pesonamu
Teruslah cantik..
Teruslah anggun..
Teruslah lucu..
Teruslah sombong..
Karena Tuhan menciptakanmu untuk itu :)



0 komentar:
Posting Komentar