Badannya kecil, kulitnya hitam.
Tapi dia kuat dan tangguh.
Dia sering mengantarkanku jalan-jalan.
Kalau hari libur di Jogja, aku suka jalan-jalan pagi menyusuri pedesaan.
Pocky lah yang mengantarkan dan menemaniku.
Ini dia si Pocky :)
![]() |
| Source: ita's personal doc. |
Pocky adalah sepeda lipatku.
Aku suka sekali bersepeda.
Kalau di Jogja, aku suka ikut Jogja Last Friday Ride/JLFR (acara bersepeda di Jogja setiap hari Jumat terakhir setiap bulan).
Rute JLFR biasanya mengelilingi kota Jogja.
Pocky sudah sering aku ajak keliling kota Jogja.
Aku pernah naik ke Pakem (dekat Kaliurang) bersama Pocky.
Pocky juga pernah aku bawa ke Bandung.
Tinggal dilipat dan aku bawa Pocky di dalam kereta.
Di Bandung, Pocky sering aku bawa ke kampus.
Kalau di Bandung, menurutku mengendarai mobil ke kampus adalah kesalahan besar.
Sulit mencari tempat parkir mobil di kampus ITB.
Bahkan tempat parkir sepeda motor pun penuh sesak.
Sebenarnya lebih fleksibel jika membawa sepeda.
Tapi ya itu...karena kos ku berada di daerah atas, jadi waktu pulang dari kampus harus mengerahkan ekstra tenaga.
Karena alasan itulah, akhirnya aku tidak lagi naik sepeda ke kampus :D
Pocky hanya aku pakai kalau aku ingin refreshing.
Pernah juga aku bawa Pocky naik ke daerah Dago Atas, tepatnya di Warung Bandrek (Warban).
Aku dapet kenalan di sana :D
Cowok..ganteng sih...tapi lebih ganteng lagi kalau dilihat 40 tahun yang lalu :((
Soalnya ini bapak-bapak yang usianya mungkin sekitar 65 tahunan :-s
Nah aku ada cerita tentang Bapak ini.
Panggilan bapak ini adalah Pak Haji.
Aku bertemu Pak Haji di Warban.
Disebut Warban (Warung Bandrek) karena itu merupakan warung di bukit Dago atas yang menjual minuman bandrek.
Di Warban inilah banyak pecinta sepeda gunung (MTB = Mountain Bike) berkumpul.
Nah, Pak Haji ini salah satunya.
Biasanya memang yang naik ke Warban itu menggunakan sepeda gunung.
Nah waktu pertama kali ke Warban, aku pakai si Pocky, sepeda lipat :D
Dan waktu itu sepeda lipat masih jarang banget yang punya.
Aku naik sendiri, iseng-iseng... (aku diomelin abang setelah cerita kalo aku sepedaan sendirian) :|
Pas setengah perjalanan, jalan mulai menanjak..berat...
Aku turun dan menuntun si Pocky.
Tiba-tiba dari belakangku ada suara menyapaku.
Itulah awal mula aku bertemu Pak Haji.
Pak Haji itu orangnya baik.
Beliau menyapa dan menemaniku berjalan menuntun sepeda.
Di usianya yang mungkin mendekati kepala tujuh, Pak Haji termasuk masih segar.
Dia menemaniku berjalan sambil ngobrol.
Ternyata Pak Haji adalah seorang pensiunan.
Beliau selalu bersepeda ke Warban setiap akhir pekan bersama komunitasnya.
Pak Haji menyemangatiku agar bisa sampai ke Warban.
Namun saat mencapai 3/4 perjalanan, aku sudah merasa lemas sekali.
Akhirnya aku putuskan untuk berhenti.
Pak Haji pun meneruskan perjalanan menuju Warban.
Aku beristirahat di tepi jalan, sendirian..di antara pohon2 pinus.
Aku suka sekali udara pegunungan.
Sambil duduk, aku teringat sosok Pak Haji tadi.
Baik hati, berwibawa, supel...aku jadi teringat almarhum Yangkung (panggilan untuk Eyang Kakung/Kakek).
Seketika semangatku muncul kembali.
Aku pun bertekad melanjutkan perjalanan...tentu saja si Pocky masih aku tuntun karena jalan menanjak :D
Di perjalanan aku bertemu beberapa orang yang bersepeda, dan semuanya laki-laki.
Tidak aku temui wanita satupun.
Tapi aku tetap menuntun sepedaku hingga sampailah di jalanan yang tidak terlalu menanjak.
Aku kembali menaiki Pocky.
Tak lama kemudian, sampailah aku di Warban.
Banyak sekali sepeda-sepeda MTB parkir di dekat warung kecil yang menyediakan berbagai macam cemilan itu.
Pas aku tiba di sana, hampir semua mata tertuju padaku.
Cewek, sendirian, naik sepeda lipat, sampai di Warban.
Mungkin pemandangan yang aneh bagi mereka :D
Dan di antara kerumunan orang-orang di dekat warung, aku melihat Pak Haji.
Beliau tersenyum melihatku dan menghampiri.
Pak Haji: akhirnya sampai juga ya..
Aku: iya Pak :D tapi tadi saya tuntun...capek Pak
Pak Haji: aaah itu biasa..apalagi kamu naik sepeda lipat, bukan sepeda gunung..pasti berat sekali :)
Aku: iya Pak...heheehe..
Pak Haji: kalau boleh tau, namanya siapa?
Aku: saya Ita Pak.. (sambil berjabat tangan)
Pak Haji: ooh..yaudah Ita istirahat dulu, sambil beli cemilan..nanti kita lanjtkan lagi ngobrolnya :)
Aku: iya pak..terimakasih..
Aku pun membeli segelas bandrek dan buah pisang, lalu kembali mengobrol dengan Pak Haji.
Benar-benar beliau sosok yang bersahaja.
Beliau bercerita tentang pekerjaan, keluarga, dan tentang sepeda.
Aku belajar mengenai kegigihan dari Pak Haji.
Sepulang dari Warban, aku bercerita tentang Pak Haji ke abangku.
Dan 2 bulan kemudian abang main ke Bandung, lalu aku ajak bersepeda ke Warban.
Kami bertemu dengan Pak Haji di Warban.
Dan yang membuatku terkejut, Pak Haji masih ingat namaku..."Eh Ita ke sini lagi...ayo sini minum bandrek bareng", begitu beliau menyapa :)
Senang sekali mempunyai teman baru :D
Sekarang Pocky sudah aku kirim ke Jogja.
Di Bandung tanpa Pocky :( kangen Pocky...
| Pak Haji (baju putih), teman baru di Warung Bandrek, Bandung :) |



2 komentar:
wow...asik ceritanya...hehehe..:)
x_x makasih tom :D :p
Posting Komentar